HUJAN DI ATAS KERTAS
Terdengar riuh hujan menderas. Kabar kotamu
Curahkanlah lagi luapannya kepadaku
Sebelum helai awan menjadi lawas
Katakanlah! Supaya tandus yang meranggas
Meskipun kering paras
Curahkanlah lagi luapannya kepadaku
Sebelum helai awan menjadi lawas
Katakanlah! Supaya tandus yang meranggas
Meskipun kering paras
Kabar kotaku tidak boleh kehilangan harap
Di luar dugaan, hujan baru saja reda
Padahal aku ingin derauan panjang, lebat dan pekat
Serupa geraian rambut terlepas ikatan, jatuh berhamburan
Melewati batas kota di mana engkau menmenuliskan hujan
Tengah malam yang teramat lembab
Kusandingkan bulir-bulir hujanmu di sini
Betapa agungnya kata-kata menyergap
Beruntun kemudian menguap begitu
Di luar dugaan, hujan baru saja reda
Padahal aku ingin derauan panjang, lebat dan pekat
Serupa geraian rambut terlepas ikatan, jatuh berhamburan
Melewati batas kota di mana engkau menmenuliskan hujan
Tengah malam yang teramat lembab
Kusandingkan bulir-bulir hujanmu di sini
Betapa agungnya kata-kata menyergap
Beruntun kemudian menguap begitu
Seperti kemarin sore
Seperti yang sudah-sudah
Seperti yang sudah-sudah
Seperti deras hujan di atas kertas
Cunda, 2015
Cunda, 2015

0 Response to "HUJAN DI ATAS KERTAS (KARYA LARASATI SAHARA)"
Posting Komentar