Aku Rindu Mengecup Nisanmu
Oleh: Teuku Abie Yoes
Aku anak lelaki
Dari lelaki yang ku sapa dalam mimpi
Dari lelaki yang ku sapa dalam mimpi
Mulai raup hilang pergi
Sudah lama tak ku kecup nisan sepi
Sudah lama tak ku kecup nisan sepi
Rumputnya mulai menjalar
Belukar kian datangi
Belukar kian datangi
Tapi aku anak lelaki
Sampai lupa sepiring doa zikr menyudahi
Sampai lupa sepiring doa zikr menyudahi
Anak macam apa
Yang datang saat lebaran tiba?
Sampai petir menunggu pelir menembaki mati
Rindu sekali ku rebahkan air mata di gundukan tanah itu.
Yang datang saat lebaran tiba?
Sampai petir menunggu pelir menembaki mati
Rindu sekali ku rebahkan air mata di gundukan tanah itu.
Ayah bagaimana?
Anakmu rindu sekali
Sampai sunyi menyusap pergi
Hingga malam mengusir senja.
Aku masih bermain di beranda kematian
Tak mengerti kapanku ikut pergi
Tanpa pernah kembali
Menyisir surga atau terseret dalam api
Tanpa pernah kembali
Menyisir surga atau terseret dalam api
Aku menunggu putih kepalaku
Menunggu rontok gigiku
Menunggu gagap langkahku
Aku tak mengerti
Padahal matipun mudaku jadi
Menunggu rontok gigiku
Menunggu gagap langkahku
Aku tak mengerti
Padahal matipun mudaku jadi
Ayah!
Ku sapa ia kian payah
Anak lelakimu telah punah
Dari asa yang tertelan ludah
Aku pun ingin menikahi kematian itu
Lalu bercerai dengan kerabat keluargaku.
Ku sapa ia kian payah
Anak lelakimu telah punah
Dari asa yang tertelan ludah
Aku pun ingin menikahi kematian itu
Lalu bercerai dengan kerabat keluargaku.
Aku rindu mengecup nisan sepimu
Aku rindu mati sepertimu.
Kota Santri | 06052017

0 Response to "Aku Rindu Mengecup Nisanmu"
Posting Komentar