Alhamdulillah, telah terbit "Sampul Negeri Basi" (kumpulan cerpen dan puisi) karya RSR, Rahmatsyah, dan Hidayatullah.
Ada beberapa cerpen dan puisi di buku ini, di antaranya puisi "Sampul Saja" dan "Negeri Basi" yang (katanya) banyak dibacakan di Lomba Baca Puisi se- Aceh -V kemarin dan akan didramatisasikan oleh mahasiswa PBSI pada 6-7 januari 2016 mendatang.
Ada beberapa cerpen dan puisi di buku ini, di antaranya puisi "Sampul Saja" dan "Negeri Basi" yang (katanya) banyak dibacakan di Lomba Baca Puisi se- Aceh -V kemarin dan akan didramatisasikan oleh mahasiswa PBSI pada 6-7 januari 2016 mendatang.
Harga buku: 40.000
Tebal: 145 halaman
Penerbit: Pena House
Tebal: 145 halaman
Penerbit: Pena House
pemesanan bisa melalui:
Abu Rahmat, Hp; 0852 9348 3629
Ricky Syah R, Hp: 0853 6061 6956
Hidayatullah, Hp: 0852 7760 9804
Abu Rahmat, Hp; 0852 9348 3629
Ricky Syah R, Hp: 0853 6061 6956
Hidayatullah, Hp: 0852 7760 9804
Sipnosis
Kumpulan cerpen dan puisi ini dapat dikatakan karya yang “nyastra”, bahasanya mengalir seperti air. Recommended!
(Muhrodin ‘AM’ – Penulis, Direktur Utama Ihya Press)
(Muhrodin ‘AM’ – Penulis, Direktur Utama Ihya Press)
Membacanya kita seperti berkaca, menjadikannya bahan untuk memperbaiki diri. Bahasa hati kejujuran anak negeri yang patut diapresiasi.
(Lavira Az-Zahra – Penulis, Pimpinan Redaksi CV. Pena House)
____
Orang-orang di sana berpelukkan
Orang-orang di sini berciuman
Dalam gelap mereka berduaan
Negeri timur banjir kebaratan
...
(Ricky Syah R—Sampul Saja, Banda Aceh, 2012-2015)
(Lavira Az-Zahra – Penulis, Pimpinan Redaksi CV. Pena House)
____
Orang-orang di sana berpelukkan
Orang-orang di sini berciuman
Dalam gelap mereka berduaan
Negeri timur banjir kebaratan
...
(Ricky Syah R—Sampul Saja, Banda Aceh, 2012-2015)
Orang-orang mulai menghapus noktaf-noktaf di keningnya
Mengulur hijab yang menutupi
Orang-orang lupa pada hakikatnya
Kita seperti mati suri
...
(Rahmatsyah—Negeri Basi, Banda Aceh, 20 September 2014)
Mengulur hijab yang menutupi
Orang-orang lupa pada hakikatnya
Kita seperti mati suri
...
(Rahmatsyah—Negeri Basi, Banda Aceh, 20 September 2014)
Kapan semua ini akan berakhir?
Bukankah aroma bangkai telah terganti oleh kembang?
Tak ada lagi kata tapi
Semua amarah telah lenyap dalam secangkir susu
Kita tak usah lagi merengek di hadapnya
Di sana masih ada Tuhan
(Hidayatullah—Jenuh, Lamredeup, 9 Mei 2012)
Bukankah aroma bangkai telah terganti oleh kembang?
Tak ada lagi kata tapi
Semua amarah telah lenyap dalam secangkir susu
Kita tak usah lagi merengek di hadapnya
Di sana masih ada Tuhan
(Hidayatullah—Jenuh, Lamredeup, 9 Mei 2012)
*Salam Imajinasi!
di sini

0 Response to "Resensi buku sampul negeri basi karya Ricky Syah R, Rahmatsyah, dan Hidayatullah"
Posting Komentar