DUKA MENGALIR DI MATA POMA (2) KARYA LARASATI SAHARA




DUKA MENGALIR DI MATA POMA[1] (2)

Tangan menulis mata menangis, judul beku di luka poma

Duka ini milik kita, Poma
Mari kita teguk bersama dalam ingatan
Agar air mata hitam bertahun silam
Menyapu dosa-dosa anak cucu adam

Duka ini milik kita, Poma
Membasuh ruang tamu, ruang sajadah
Naik pula ke ubun kepala
Sepuluh tahun silam, pilu jadi prasasti di kalbu
Rumahku, kampungku.

Mari kita teguk pula sedu sedan ini
Melapangkan ruang bathin
Tak lupa kita berkaca diri
Agar kelak tak lagi datang murka Tuhan
Menyapu debu-debu sepanjang jalan
Yang tersisa di pintu serambi rumah cinta

Mari, Poma!
Selembar sajadah telah menanti kita
Sejak pagi tadi polem[2] dan si bijeh mata
Mencari-cari nyanyian hatimu dalam sunyi.

Mari, Poma!
Pulanglah pada waktu kini
Mengobati duka lara dengan senyum dan tawa
Sekuntum bunga menantimu di pintu surga.

Lhokseumawe, 261214


















[1]
[2] Sebutan untuk  laki-laki dewasa, tidak lazim 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DUKA MENGALIR DI MATA POMA (2) KARYA LARASATI SAHARA"

Posting Komentar