Teuku Abie Yoes
masih terdengar ritma bersendawa nanyian dewi cinta bersama embun pagi buta aku menyapa bunga kapankah mekar tuk harum semerbak memabukkan kumbang Ayla Mysha Embun itu sudah dapat kurasa Garisan didahimu dan harapan dimatamu sudah dapat kulihat Namun apa yang hendak ku kata Masih terlalu lama bunga yang kau tuju ini semerbak dan harum wanginya Teuku Abie Yoes Aku mengerutu pada batu Pada embun dan ruang qalbu Aku takkan mengerti dengan waktu, jika tersirat kata menunggu Aku hanya berharap tak menunggu suraiya berkedib di siang waktu Ayla Mysha Apa yang salah pada waktu?
Padahal dia hanya menjalankan perintah dari Pentitahnya Salahkan pada hati dan fikiran itu
Yang tak mampu bertahan pada waktu tuk menunggu Teuku Abie Yoes Jika waktu menjalankan titah itu Menunggu juga laksanaku pada waktu Tapi bukan pada esok yang tak menentu Aku sudah menunggu asa bertahun tahun dimasa laluku Sampai akhirnya dia menjadi mekar bunga
Sedangkan kempompongnya tak pernah menjadi kupu-kupu Ayla Mysha Jangan jadikan sebuah cerita di masalalu bersebab hati takut Jalannya takdir yang sama sekali belum kau tahui kejadiannya Teguhkan hatimu lakukan apa yang dikatakan hati dan yang telah dicerna akal Langkahkan kaki kemana dituntunnya
jadikan doa sebagai iringan langkah keyakinan Teuku Abie Yoes Seperti itulah petuah petuah yang kurangkai setiap kali mengenal wanita Ku sisip dalam nanyianku pada dewi cinta Kau akan terluka jika bertahan pada "kata kata" Tanpa menunggu luka sembuh dengan sendirinya Karna aku telah menunggu sepanjang masa, luka itu tetap terlihat baru sahaja sampai ada embun menetes pada hati yg telah gersang dahaga Ayla Mysha Terdiam sejenak dalam lamunan ku berharap kau melupakan keegoisan dihatimu
Yang tercipta karna sakit lama yang belum juga beransur sembuh Perih rasanya melihat kenyataan hatimu Aku tertunduk berharap kau mengerti Hatiku mulai menjerit seakan ingin mengeluarkan suara yang melengking "mengapa kau ceritakan kepedihan itu ha? lihat aku, aku disini,
Apa matamu mulai gelap hingga kau takdapat melihat obat yang sekarang didekatmu? Teuku Abie Yoes Apa kau membaca sajak terakhirku Lalu siapa yg kau katakan egois itu?? Siapa yg dibutakan itu Siapa yg kau sebut matanya mulai gelap? Aku masih bercinta dengan sajak sajakku
Sementara kau akan menjauh karna menganggap aku gila tak peka Lalu mangapa kau tak mencintai kehidupanku, jika kau benci mendengar masa laluku Bagaimana kau akan memberi obatnya jika kau tak pernah mau tau sakit yg kurasa Ayla Mysha Bola mataku mulai berputar tanganku sudah bergetar Kakiku masih menginjak tanah yang sama "Hey lihat aku!! Aku dimana sekarang?" Apakah kakiku sudah beranjak pergi?
Apakah bayangan ku mulai tak tampak lagi?
Apakah helaan nafasku sudah tak terdengar lagi? Adakah yang dapat memahami keegoisan akibat cerita lama itu lebih daripada aku? Adakah wanita yang masih rela mengenyampingkan keegoisan hatinya demi memahami luka cerita lama yang takada hubungannya dengannya? Aku masih ingin bertahan!!! Namun hati tak mampu jika dilanda kecemasan untuk harus bertahan kepada sosok bayangan yang bahkan tak ingin menunggu Teuku Abie Yoes Siapa yang akan menanti? Siapa yang akan menungu, Entah siapa menanti siapa Senar sudah berdawai Tapi tak seorangpun mau bernyanyi Bagaimana kamu akan menari Jika aku hanya menanyikan lagu duka sepanjang hari Obat mana yang kau seduhkan untuk pesakitan ini? Bahkan seluruh doktor sudah lelah mencari obatnya aku tak lebih dari sosok bayangan yg tak memiliki tuannya
Ayla Mysha Sungguh mataku mulai perih
Dadaku seperti sesak bak menimpa besarnya bongkahan batu apakah harus ku urai sepajang hayatku? harus bagaimana lagi sebuah pengertian dan perasaan ku tuturkan Hatiku menangis pedih sulit ku uraikan
Dokter mana yang kau ceritakan?
Dokter mana yang kau cari HAH? Salahkah jika kukatakan matamu mulai kehilangan cahaya terang? HEY!! aku doktermu !
Aku yang akan merawat mu,
aku yang akan memberi obat untukmu aku yang akan menyembuhkan mu asaku tak sampai berbuih di bibirku tanyakan pada Sang pencipta pemberi cinta
Adakah setiap lantunan doaku terlewatkan tanpa hadir nama mu? Adakah tetesan airmata ini jatuh tanpa sebab darimu? Tidak dapatkah kau mengerti hanya dengan menatap cahaya dimataku tanpa harus kujelaskan? Iramanya belum kau ciptakan
Kau hanya berkata akan bernyanyi
Lalu tarian apa yang harus ku dansakan??
Teuku Abie Yoes
Apa ini sandiwara yang sama pada setiap kurun waktu
Ketika Titik menjadi akhir kisahku
Kau mengantikannya dengan imbuhan koma,
lalu kau kembali membiarkan ku menunggu ketidak pastian itu
dan kisah perang dan cinta ini akan terpaut pada setiap masa yang takkan hilang sepanjang usiaku.
hingga dunia sirna semua akan terjebak pada kisah perang dan cinta
biarkan sehelai bunga ini mengalir di sungai yang entah kemana bermuara
atau biarkan sehelai bunga itu terhempas angin di padang sahara.
Bersambung.....

0 Response to "Sandiwara Hati Tentang Cinta "Puisi Berbalas Teuku Abie Yoes dengan Ayla Mysha""
Posting Komentar