KAU YANG
PATAH
Kau yang patah, angkatlah wajah
Pupus sudah getar nada kelu
Hamburkan mantra sewangi dupa
Serupa sang pujangga deklamasikan syairnya
Mengapa hujan mengalir sendat
Bukankah tebing karang tak akan goyah
Dari terpaan gelombang?
Kau yang berselimut kabut
Lama kau menyudut bisu, terpaku
Tak jua kau mengetuk pintu
Pada malam-malam sunyi itu
Di atas selembar sajadah
Semesta membanjir bening mata air
Tiada pernah akan tersia.
Lhokseumawe, 180111

0 Response to "Kau Yang Patah (Karya Larasati Sahara)"
Posting Komentar