Oleh: Teuku Abie Yoes
Semusim Telah berganti
Ketika Salju telah berhenti
Kini musim semi telah lama kita nanti
Bersambut indahnya warna pelangi musim ini
Seperti cinta kita
Datang pergi setiap musimnya
Datang silih menanti
berganti kian dirindui
Semusim berlalu
Cinta ini jua tak berarti
Seperti butiran salju
Kemudian mencair meyatu pada helaan hafas Kasturi
Kita hanya menanti
Kemudian kau pergi merangkul tangan siapa
Sajakku telah terhenti
Sejak mimpi tak lagi berarti
Karena bunga tak lagi mekar dimusim semi
"Cinta tak harus saling memiliki" katamu menghibur diri
Lalu kenapa cinta kita saling menanti, merindukan, mencemburui
Sampai penghujung kata kau serahkan cintaku entah kepada siapa
Musim berlalu tak terasa lagi musim bersemi
Serasa kemarau sepanjang hidupku
Hingga mengering pada rindu setengah mati atau kemarau jua palung hati
Kau hanya berkata "cinta tak harus saling memiliki"
Menghiburku atau menghibur diri sendiri
Atau seperti musim salju
Cinta ini membeku dilubuk kalbu
Rindu dan waktu
Aku sadar kita takkan pernah menyatu
Seperti musim berlalu
Kau pergi setelah lama aku menunggu
Dipenghujung cinta ini
Kau hanya berkata "cinta ini tak harus saling memiliki"
Sedangkan kau pergi berinai kaca di jemari dan kaki
Bak musim berkabung
Entah musim hujan atau kemarau sepanjang waktu
Aku menghujati
Penyair mana yang menciptakan kata ini
Sesak memadati
Bersebab kau pemilik kata biduri berduri
Bukan hanya aku
Disakiti lagi tersakiti
Entah ribuan pecinta ata perindu mengalami
Salahkah kau penyair misteri
Katamu menyudahi
Akhir cerita cinta ini.
Jika cinta tak harus saling memiliki
Mengapa cinta saling menyakiti
Jika cinta tak harus saling memiliki
Mengapa cinta saling menanti
Sampai lelah menunggu
Dan pergi bersama rinduku
Yang takkan bisa menjamahmu
Dalam mimpi dan nyataku
Kau hanya berkata
"Cinta ini tak harus saling memiliki"
Menghiburku atau menghibur diri sendiri
Lhoksukon | 24 Mei 2016
0 Response to "Katamu "Cinta Tak Harus Saling Memiliki" Bukan Kataku"
Posting Komentar