Andai Aku Tak Lalai "Karya: Nailur Rahmah"

Andai Aku Tak Lalai

Karya: Nailur Rahmah


Terangnya terlihat redup
Enggan menyatu dengan titik air langit
Yang jatuh atas indahnya kelebat hijau yang tertunduk menghormati bumi
Sedangkan batu-batu pun menangis
Bunda yang malang duduk di samping gundukan tanah itu
Air bening menganak sungai di kedua pipinya
Malaikat kecil yang harus di jemput malaikat
Saat mimpi sedang beranjak menuju tingkat langit tertinggi
Tepat pada detik dimana ufuk barat siap menyambut mentari yang kelelahan
Malaikatku pun pergi dengan tubuh yang menggigil
Hanyut akan air yang keruh
Rambut pirangnya yang basah seakan melambai
Mengucapkan “Selamat tinggal Bunda”
Kini tubuh kecil menggigil itu telah benar-benar pergi
Menuju kehangatan yang menjanjikan
Sedangkan bunda yang malang
Masih saja di hantui bayangan putih nan kelam
Dan dalam lamunannya yang berkelana
Di malam sunyi, sepi, seakan mati..!

Bibirnya bergumam “Andai aku tak lalai”

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Andai Aku Tak Lalai "Karya: Nailur Rahmah""

Posting Komentar