Ocehan dari kawan
teuku abie yoes
sebuah bingkisan
bukan kado kawan
hanya beberapa bait tak bernada
Dariku untuk teman
Untuk umur yang terlewatkan
aku pernah lupa pada sebuah tanggal
ketika kau lahir dan takkan berulang
semakin dekat
semakin lupa ku berjabat selamat
kawan!!!
pertemuan sahabat itu pelukan
pukulan kecil dibahu
tawa lucu untuk bumbu
nasehat hebat sebagai semangat
Secangir kopi penghangat
Kemudian larut dalam lara kehidupan
sebuah sajakku
pelan
menantang waktu
melawan alam
sejauh ini sudah bertahan
kita tidak diam untuk melawati tanggal yang sama setiap tahunnya
hari ini terlihat sebuah tatapan
Umur bertambah
semakin banyak luka membebal
semakin kuat bahu membeban
semakin dewasa merancang
semakin dosa menjadi sarapan
semakin taubat kita kepada Tuhan
semakin dekat kembali kepadaNya
semakin lupa kehidupan
Semakin ingin kematian
Angka delapan
Kau tau makna itu kawan
Dia adalah garis yang takkan pernah putus
tidak berkurun
Dia rotasi tanpa henti
Dia kamu yang dilahirkan
Dia bersembah ibumu tuk amalannya yang takkan putus
Sebuah harapan senyumannya disurga
dia bersembah ayah yang telah tiada
Untuk sajian yang takkan berhenti dihidangkan disurga
Kawan!!!
Ini persahabatan
Bukan terjebak dlm lingkungan
Bukankah 20 tahun lebih kita menyelam bumi
Sudah banyak tangkapan
Tapi masih sedikit yang kita dapatkan
Hari ini tidak ada kado
Hanya bingkisan bait tak bernada
Sabah dikunjung
Tak pun
Bukan mengapa
Hanya sebuah doaku
Barakallah fi umrik kawan
"Sahabat yang baik adalah mereka yang membuat kita menangis"
Dan
Itu kamu ketika aku bersebab dalam majelis santri
Angka delapan yang tak berhenti memberi
Sabah kawan
8 des 2015
Samalanga. Aceh
0 Response to "Ocehan dari kawan"
Posting Komentar