Sajak Rindu untukmu Ayah

sajak Rindu untukmu ayah
Oleh: Teuku Abie Yoes

Ayah... aku merindukanmu, merindukan petuahmu untuk membekali kehidupanku nanti,
Merindukan bau keringatmu yang lelah membanting tulang untukku,
Merindukan ayunan yang melambungku kelangit setiap ayah pulang kerja,
Ayah... aku merindukanmu
Tak sanggup kutahan air mata ini,
Kulihat ibu sepi menyendiri, usia senjanya seperti tak bewarna, pelangi dirumah ini telah memudar ditelan masa.
ayah... aku merindukan keindahan ramadhan dalam kebersamaan yang hasanah, merindukan candamu saat berbuka, merindukan masakan cinta ibu untuk kita dipetang senja, kini yang kulihat hidangan ibu hanyalah doa setiap waktunya untukmu ayah.
Ayah... aku mengadu untuk ibuku yang membanting tulang megantikanmu.
Aku mengadu untuk ibuku yang merasa takut dengan kegagalan anaknya,
Ayah... aku merindukanmu
Dewasaku seperti jalang tak tahu pulang, aku malah keluyuran tak mengenal malam datang, aku malah membebani tanpa balas budi.
Ayah... aku takut berdosa padamu tak bisa menjaga ibu, aku takut berdosa padamu tak bisa merawat ibu, takut gagal menjadi warna pelangi yang telah kusam dirumah ini,
Ayah... aku merindukanmu bersama ibu diatap rumah ini.
 
Ramadhan, 1436 H
Di keheningan dan kegelapan malam dalam kesendirian dirumah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sajak Rindu untukmu Ayah"

Posting Komentar